Siapa yang tak kenal dengan aplikasi messenger Line? Yap, aplikasi berkirim dan menerima pesan singkat ini memang bisa dibilang laris manis digunakan oleh 30 juta netizen sejak tahun 2014. Di mana, jumlah pengguna Line aktif pun terus bertambah sebanyak 216 juta pada pertengahan tahun 2015 lalu.
Jumlah perkembangan pengguna Line di Indonesia ini memang bisa dibilang cukup fantastis. Di mana, aplikasi praktis ini juga mampu melakukan sambungan telepon dan video call. Apalagi di luar itu, pengguna juga seolah dimanjakan dengan berbagai juta macam stiker keren yang mampu menambah keasyikan pengguna saat berkirim pesan.
Berbicara soal aplikasi messenger yang menduduki peringkat kedua pengguna terbanyak di dunia ini. Stiker Line memang populer banget di kalangan pengguna. Bahkan kamu sendiri juga nggak bakal heran kalau banyak sekali pengguna yang rela hunting stiker gratisan hingga menghabiskan dana berlebih untuk stiker berbayar.
Stiker-stiker inilah yang dianggap memuat gambar terlalu dewasa untuk anak-anak dan usia remaja ©Change.orgStiker-stiker inilah yang dianggap memuat gambar terlalu dewasa untuk anak-anak dan usia remaja ©Change.org
Jumlah perkembangan pengguna Line di Indonesia ini memang bisa dibilang cukup fantastis. Di mana, aplikasi praktis ini juga mampu melakukan sambungan telepon dan video call. Apalagi di luar itu, pengguna juga seolah dimanjakan dengan berbagai juta macam stiker keren yang mampu menambah keasyikan pengguna saat berkirim pesan.
Berbicara soal aplikasi messenger yang menduduki peringkat kedua pengguna terbanyak di dunia ini. Stiker Line memang populer banget di kalangan pengguna. Bahkan kamu sendiri juga nggak bakal heran kalau banyak sekali pengguna yang rela hunting stiker gratisan hingga menghabiskan dana berlebih untuk stiker berbayar.
Stiker-stiker inilah yang dianggap memuat gambar terlalu dewasa untuk anak-anak dan usia remaja ©Change.orgStiker-stiker inilah yang dianggap memuat gambar terlalu dewasa untuk anak-anak dan usia remaja ©Change.org
Misalnya saja nih seperti stiker berjudul so much love, short couple problem, him & her, Lily & Marigold, romantic memories, love lasting forever, hugs and kisses. Di mana, stiker-stiker itu termasuk dalam 50 besar terpopuler dan banyak digunakan. Makanya tak heran kalau dengan riset kecil-kecilan yang dilakukan oleh Gioveny Astaning Permana.
Menurut Gioveny Astaning Permana stiker-stiker tersebut tak pantas digunakan atau dilihat anak-anak hingga usia remaja ©Change.orgMenurut Gioveny Astaning Permana stiker-stiker tersebut tak pantas digunakan atau dilihat anak-anak hingga usia remaja ©Change.org
Cewek berhijab asal Bogor yang juga seorang Blogger aktif ini nekat membuat sebuah petisi online di Change.org. Di mana, ia menginginkan agar pihak LINE Indonesia dan seluruh pemilik aplikasi di Playstore mau menyaring konten dan membuat kebijakan yang memegang prinsip hak anak (Convention on the Rights of the Child's). Terutama bagi para pengunduh dan creator sticker tersebut.
Sebab menurutnya, stiker-stiker yang populer itu banyak sekali digunakan oleh anak-anak hingga usia remaja. Sampai saat ini petisi yang bikin heboh pengguna Line tersebut sudah ditandatangani sekitar 6.575 netizen dari 7.500 yang diinginkan. Namun, kasus petisi stiker Line ini menimbulkan pro dan kontra.
Inilah sosok Gioveny Astaning Permana yang memprotes soal stiker di Line Messenger tersebut ©Instagram.gioveny_Inilah sosok Gioveny Astaning Permana yang memprotes soal stiker di Line Messenger tersebut ©Instagram.gioveny_
Meski beberapa pengguna setuju, namun pengguna lainnya mengungkapkan kalau perkara ini harusnya jadi kesadaran orang tua. Di mana, mereka juga harus membatasi penggunaan atau tidak memberikan gadget canggih pada anak-anak hingga usia remaja. Nah, kalau tanggapanmu sendiri bagaimana ya?