Hindari Makanan dan Minuman Ini Bila Tak Ingin Mandul
Alkohol, Kopi, Mint, Susu Kedelai Bisa Menurunkan Kesuburan Pria
Alkohol, Kopi, Mint, Susu Kedelai Bisa Menurunkan Kesuburan Pria
Banyak hal yang bisa menyebabkan pria mengalami mandul, termasuk makanan dan minuman. Menurut pakar seksologi dr. Ferryal Loetan SpRM dari Win Klinik, jenis-jenis minuman yang dapat membuat rasa tenang rupanya bisa menyebabkan aktivitas kesuburan dan aktivitas seksual seorang pria dewasa menurun. “Alkohol, kopi, teh, dan juga minuman menthol atau mint bisa menurunkan gairah seksual dan kesuburan pria,” jelasnya.
Lebih lanjut dr. Ferryal mengatakan, dari keempat jenis minuman itu, alkohol adalah minuman yang paling dapat menghancurkan sel-sel sehat yang biasa menghasilkan sperma. Sementara sperma yang baik adalah sperma dengan kerapatannya baik, ukuran dan bentuk sesuai. Volume cairan sperma normal 2-5 ml dengan jumlah minimal 20-40 juta/ml, gerakan sperma (minimal 60 persen harus mampu bergerak lurus dan cepat) serta bentuk sperma yang normal yang jumlahnya sekitar 80 persen. Konsumsi alkohol dapat membuat sperma dalam kondisi yang buruk, sperma yang abnormal, alkohol juga merusak fungsi testis, mengganggu hormon di hipotalamus, dan menyebabkan banyak masalah kesuburan.
Suka minum alkohol bisa menyebabkan produksi testosteron terganggu, dan membuat testis menyusut, hal ini bisa menyebabkan impotensi. Selain itu juga bisa merusak organ tubuh lainnya seperti jantung, hati, ginjal, kerusakan dihati dan dapat mengakibatkan penyakit kanker.
Selain alkohol kopi juga dapat memengaruhi kesehatan seksual. Kebiasaan minum kopi lebih dari tiga gelas bisa menurunkan jumlah sperma karena mengandung kadar phytoestrogen tinggi yang dapat melawan hormon seks pada laki-laki normal. Dalam kopi juga terdapat kafein yang dapat mengganggu aktivitas seksual. Selain itu juga bisa menyebabkan sakit kepala, kelelahan dan keletihan sampai obesitas, hal ini secara tidak langsung dapat memengaruhi kesehatan seksual.
Lebih lanjut dr. Ferryal mengatakan, dari keempat jenis minuman itu, alkohol adalah minuman yang paling dapat menghancurkan sel-sel sehat yang biasa menghasilkan sperma. Sementara sperma yang baik adalah sperma dengan kerapatannya baik, ukuran dan bentuk sesuai. Volume cairan sperma normal 2-5 ml dengan jumlah minimal 20-40 juta/ml, gerakan sperma (minimal 60 persen harus mampu bergerak lurus dan cepat) serta bentuk sperma yang normal yang jumlahnya sekitar 80 persen. Konsumsi alkohol dapat membuat sperma dalam kondisi yang buruk, sperma yang abnormal, alkohol juga merusak fungsi testis, mengganggu hormon di hipotalamus, dan menyebabkan banyak masalah kesuburan.
Suka minum alkohol bisa menyebabkan produksi testosteron terganggu, dan membuat testis menyusut, hal ini bisa menyebabkan impotensi. Selain itu juga bisa merusak organ tubuh lainnya seperti jantung, hati, ginjal, kerusakan dihati dan dapat mengakibatkan penyakit kanker.
Selain alkohol kopi juga dapat memengaruhi kesehatan seksual. Kebiasaan minum kopi lebih dari tiga gelas bisa menurunkan jumlah sperma karena mengandung kadar phytoestrogen tinggi yang dapat melawan hormon seks pada laki-laki normal. Dalam kopi juga terdapat kafein yang dapat mengganggu aktivitas seksual. Selain itu juga bisa menyebabkan sakit kepala, kelelahan dan keletihan sampai obesitas, hal ini secara tidak langsung dapat memengaruhi kesehatan seksual.
Air kelapa muda dan jus buah mengkudu jika dikonsumsi dalam waktu yang berdekatan dan dikonsumsi secara terus menerus bisa menyebabkan gairah seksual pria menurun. Berikutnya adalah susu kedelai juga dapat mengurangi kesuburan pria, juga bisa menurunkan tingkat hormon testosteron sehingga menurunkan gairah seksual pria.
Kunyit juga dapat mempengaruhi kesuburan pria. Kunyit (Curcuma Longa) telah diteliti memiliki efek antibakteri, antivirus, antiradang dan antikanker. Dalam berbagai penelitian telah ditemukan tidak membahayakan manusia. Namun, dalam beberapa penelitian terbaru ditemukan bahwa kunyit dapat mempengaruhi kesuburan pria. Beberapa hal yang ditemukan adalah sebagai berikut:
1. Pada sebuah penelitian di laboratorium, sperma yang diberikan cairan kunyit mengalami gangguan gerakan dan fungsi.
2. Pada penelitian lain pada tikus, ditemukan bahwa konsumsi kunyit dalam jumlah besar mempengaruhi proses pembentukan dan pematangan sperma dan kadar hormon testosteron pria. Selain itu juga mempengaruhi kondisi organ-organ reproduksi pria menjadi kurang baik.
3. Kunyit & Produktivitas Sperma
Konsumsi kunyit dalam dosis tertentu pada tikus telah terbukti menurunkan level kolesterol yang menyebabkan juga terganggunya proses pembentukan hormon yang penting untuk pembentukan sperma. Hal ini menyebabkan terganggunya pembentukan sperma dan bahkan dapat menyebabkan terhentinya pembentukan sperma.
Dari beberapa penelitian tersebut, ditemukan juga bahwa efek ini tidak permanen. Artinya, ketika konsumsi kunyit dihentikan maka dalam beberapa waktu, efek-efek tersebut akan menghilang. Untuk itulah, Komisi Gabungan FAO (Food and Agriculture Organization)/WHO (World Health Organization) mengenai zat tambahan makanan menetapkan dosis yang diperbolehkan untuk konsumsi kunyit untuk pria yang telah disetujui adalah 1-3 mg/kg berat badan setiap harinya. Takaran inilah yang telah diteliti dan disetujui tidak akan memberi efek samping terhadap kesuburan pria.
1. Pada sebuah penelitian di laboratorium, sperma yang diberikan cairan kunyit mengalami gangguan gerakan dan fungsi.
2. Pada penelitian lain pada tikus, ditemukan bahwa konsumsi kunyit dalam jumlah besar mempengaruhi proses pembentukan dan pematangan sperma dan kadar hormon testosteron pria. Selain itu juga mempengaruhi kondisi organ-organ reproduksi pria menjadi kurang baik.
3. Kunyit & Produktivitas Sperma
Konsumsi kunyit dalam dosis tertentu pada tikus telah terbukti menurunkan level kolesterol yang menyebabkan juga terganggunya proses pembentukan hormon yang penting untuk pembentukan sperma. Hal ini menyebabkan terganggunya pembentukan sperma dan bahkan dapat menyebabkan terhentinya pembentukan sperma.
Dari beberapa penelitian tersebut, ditemukan juga bahwa efek ini tidak permanen. Artinya, ketika konsumsi kunyit dihentikan maka dalam beberapa waktu, efek-efek tersebut akan menghilang. Untuk itulah, Komisi Gabungan FAO (Food and Agriculture Organization)/WHO (World Health Organization) mengenai zat tambahan makanan menetapkan dosis yang diperbolehkan untuk konsumsi kunyit untuk pria yang telah disetujui adalah 1-3 mg/kg berat badan setiap harinya. Takaran inilah yang telah diteliti dan disetujui tidak akan memberi efek samping terhadap kesuburan pria.
Baik menurut dr. Ferryal Loetan maupun Emy Muhamad, menegaskan bahwa gairah dan kesuburan pria bisa menurun juga dipengaruhi gaya hidup, pola makan, serta faktor phisikologis seperti stress di tempat kerja, masalah keuangan, serta mengalami perasaan takut karena tidak bisa memuaskan pasangan.